Cerita Tentang Gigi

Yak! Kerandoman mulai melanda hari ini. Hari dimana saya terbangun pada malam hari dengan perasaan dada yang sangat sesak. Aneh memang, karena baru beberapa tahun belakangan dada ini terasa sangat sesak.

Sebenarnya ada alasan kenapa dada ini terasa sangat sesak. Meskipun agak sulit untuk bercerita kejadian yang sebenarnya, tetapi mungkin saja dapat lebih terjelaskan melalui Cerita Tentang Gigi berikut:

Cerita ini dimulai ketika saya, sebagai manusia memiliki gigi. Jika diibaratkan, dahulu saya adalah seorang manusia yang sangat lengkap. Hingga suatu ketika, gigi saya tanggal. Tentunya saya merasa kehilangan dan kesulitan untuk menemukan penggantinya. Tapi kejadian sebenarnya tentu saja lebih dari masalah gigi tanggal.

Setiap orang pastinya baru akan merasakan fungsi terbaik dari gigi tersebut pada saat mereka kehilangan gigi itu sendiri. Begitu pula saya, saya sangat merasa kehilangan. Gigi yang selama ini sering menemani saya, tiba-tiba saja pergi. Dia hilang. Dan tentunya keputusan dia hilang itu adalah keputusan sepihak. Dan mungkin daripada disebut keputusan, saya lebih cenderung melihatnya sebagai keegoisan.

Kembali lagi ke perihal gigi. Banyak orang yang mengatakan bahwa saya masih memiliki banyak gigi lagi. Saya setuju dengan statement mereka. Hanya saja, tidak semua gigi itu sama. Dan tentu saja saya juga tidak ingin mencari pengganti gigi ini dalam waktu dekat.

Saya cukup mengakui, bahwa mungkin saya dulu bukanlah seseorang yang pandai merawat gigi. Jarang menyikat gigi, tidak menggunakan tali pembersih gigi dan semacamnya. Jika boleh diibaratkan seperti itu. Dan saya cukup merasa bahwa hal itulah yang menyebabkan sifat keegoisan gigi saya muncul. Sekali lagi, dia pergi.

Tetapi, bukankah gigi akan tumbuh lagi? Pastinya. Hanya saja kembali kepada statement diatas, tidak semua gigi itu sama. Mungkin dalam beberapa bulan, tahun atau dekade lagi saya akan mendapatkan gigi baru saya. Akan tetapi, lubang yang telah ditinggalkan gigi lama tentunya akan sulit untuk ditambal kembali.

Disinilah saya, meratapi alasan kenapa gigi saya meninggalkan saya. Agak sulit memang jika sudah berbicara tentang hal ini. Satu hal yang pasti, saya masih merindukan gigi lama saya. Dan saya akan lebih rajin menjaga gigi saya kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: