Fenomena: Strangers, Again

Mungkin kata itu adalah kata yang sering terbesit akhir-akhir ini. Banyak hal disekitar kita yang terjadi tanpa kita sadari. Salah satunya adalah fenoma Strangers, Again. Untuk cuplikan mengenai fenomena itu sendiri dapat dilihat disini.

Jika anda belum menonton cuplikan tersebut, hal itu bercerita tentang The 7 Stages Of A Relationship Before You Are Strangers, Again dimana beberapa tahapan diantaranya adalah:

  • The Meeting
  • The Chase
  • Honeymoon
  • Comfortable
  • Tolerance
  • Downhill
  • Breaking Up

Tahapan-tahapan tersebut merupakan tahapan dasar dalam setiap hubungan, dimana biasanya terdapat dua pilihan sebelum tahap ke 4 (Comfortable), yaitu Breaking Up or Getting Married. Tapi penulis tidak akan membahas lebih lanjut mengenai tahapan-tahapan tersebut, melainkan mengenai fenoma Strangers, Again yang kini sedang dirasakan. Sebelumnya, penulis memiliki seorang pacar, dimana kami berdua telah melalui ke 7 tahapan tersebut, termasuk tahapan Breaking Up, dan sekarang sedang mengalami fase Strangers, Again. Tapi, hal ini bukan hanya menginfeksi hubungan percintaan, tetapi lebih luas lagi, mengenai hubungan sosial kita sendiri.

Banyak orang yang belum menyadari jika hubungan mereka dengan teman-teman atau bahkan keluarga mereka sendiri mulai renggang karena disibukkan oleh sesuatu. Tidak sedikit pula dari mereka yang terang-terangan mengatakan ingin melupakan teman atau bahkan keluarga mereka sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Dan sangat banyak dari mereka, yang baru akan mengingat teman atau keluarga mereka jika ingin dibantu dalam suatu hal. Manusia itu aneh bukan?

Dari pandangan penulis sendiri, fenomena Strangers, Again ini merupakan fenomena yang sangat biasa terjadi di masyarakat. Meskipun fenomena ini termasuk penyakit, yang tidak membuat sakit. Tapi, bukankah semua penyakit itu berbahaya?

Tidak ada parameter khusus untuk mengetahui apakah anda terjangkit penyakit ini atau tidak, karena semua orang pasti telah terjangkit penyakit ini tanpa perlu melakukan penelitian mendalam. Meskipun begitu, kita dapat mengurangi efek penyakit ini dengan cara yang sangat sederhana.

Komunikasi.

Ya! Komunikasi merupakan cara yang sederhana untuk minimal mengurangi jumlah Strangers yang anda miliki. Dengan komunikasi, kita tetap bisa menjalin hubungan intim dengan teman-teman kita dan tentunya dengan keluarga kita sendiri. Dan komunikasi pula lah yang membuat kita tetap menjadi manusia seutuhnya. Tetapi, jika komunikasi hanya sekedar komunikasi, monyet di hutan juga komunikasi.

Komunikasi sendiri merupakan dasar dari menjaga hubungan itu sendiri, dan setiap orang pasti memiliki cara sendiri untuk menjaga hubungan mereka entah dengan cara yang baru atau bahkan dengan pelebaran fungsi dari komunikasi itu sendiri. Akhir kata, memiliki banyak Strangers bukan berarti hal yang negatif, tetapi semua kembali lagi kepada diri anda masing-masing. Apakah anda lebih senang memiliki banyak Strangers? atau memiliki banyak Friends? Happy answering!

Hai sekalian manusia, … Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. an-Nisa: 1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: